Jumat, 18 Februari 2011

Makalah REALISME SEBAGAI SISTEMATIKA FILSAFAT DAN IMPLIKASI REALISME TERHADAP PENDIDIKAN

Makalah
REALISME SEBAGAI SISTEMATIKA FILSAFAT
DAN IMPLIKASI REALISME TERHADAP PENDIDIKAN

Makalah Ini Diajukan Sebagai Bahan Diskusi
Mata Kuliah Landasan Pendidikan
Prof. Dr. Dwi Nugroho Hidayanto M.Pd.
Drs. Sunarno, M. Pd.





Disusun Oleh:
Muhammad Hajirin Nur
Mastipah





PROGRAM PASCA SARJANA KEPENDIDIKAN
JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
2010


DAFTAR ISI

1. JUDUL ………………………………………………………………………………… 1
2. DARTAR ISI …………………………………………………………………………. 2
3. BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang Masalah ……………………………………………… 3
b. Rumusan Masalah …………………………………………………… 4
c. Ruang Lingkup ………………………………………………………. 4
d. Tujuan Penulisan …………………………………………………….. 4
e. Manfaat Penulisan …………………………………………………… 4
4. BAB II PEMBAHASAN
a. Realisme Sebagai Sistematika Filsafat..……………………………..... 5
b. Implikasi Realisme terhadap Pendidikan………………………… …. 6

5. BAB III PENUTUP
a. Kesimpulan ………………………………………………………... 10
b. Saran ………………………………………………………………. 10

6. DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………….. 11










BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang Masalah
Sebagai dasar pemikiran mengenai pemahaman seseorang tentang segala sesuatu pasti ada perbedaan, pemahaman seseorang tentang kebaikan, kebenaran dan kenyataan akan berbeda satu dengan yang lainnya. Apa yang disebut baik, benar dan nyata dibahas secara mendasar dan meluas di dalam filsafat. Filsafat memiliki cabang-cabang yang mengkaji secara khusus. Masalah kebaikan, dibahas cabang filsafat, yakni axiology. Masalah kebenaran, dibahas cabang filsafat, yakni epistemology. Masalah kenyataan, dibahas oleh cabang filsafat, yakni ontology. (Dwi Nugroho Hidayanto : 2006)
Bagaimana dengan filsafat pendidikan? Filsafat pendidikan adalah aplikasi dari filsafat umum dalam pendidikan. Berbeda dengan Filsafat Umum yang objeknya adalah kenyataan keseluruhan segala sesuatu. Filsafat Khusus /terapan mempunyai objek kenyataan salah satu aspek kehidupan manusia yang dalam hal ini adalah pendidikan. Filsafat pendidikan menyelidiki hakikat pelaksanaan pendidikan yang bersangkut paut dengan tujuan, latar belakang cara dan hasilnya serta hakikat ilmu pendidikan yang bersangkut paut terhadap struktur kegunaannya.
Seperti halnya filsafat yang lain, filsafat pendidikanpun bersifat spekulatif, preskriptif dan analitik. Spekulatif artinya filsafat pendidikan membangun teori-teori tentang hakikat pendidikan manusia, hakikat masyarakat dan hakikat dunia. Preskriptif artinya filsafat pendidikan menentukan tujuan pendidikan yang harus diikuti dan dicapai. Analitik artinya filsafat pendidikan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang spekulatif dan perspektif.
Filsafat ilmu pendidikan dapat dibataskan sebagai salah satu bentuk teori pendidikan yang dihasilkan melalui riset baik kualitatif maupun kuantitatif. Filsafat pendidikan ini perlu dipedomani para perencana pendidikan tentang tujuan, isi, kurikulum yang merumuskan tujuan-tujuan pengubahan perilaku yang bersifat personal, sosial dan ekonomi.
Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat umum maka filsafat pendidikan pun terdiri bebarapa aliran seperti filsafat pendidikan idealisme, realisme, esensialisme dan pragmatisme. Menurut Prof. Dr. Dwi Nugroho H. beliau menyatakan bahwa ada beberapa aliran filsafat yang menyajikan spektrum luas tentang pendidikan ialah fenomenologi, Paranialisme, Idealisme, Realisme, Eksperimentalisme, dan Eksistensialisme. (Dwi Nugroho Hidayanto : 2006)

B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas dan luasnya cakupan filsafat ilmu, maka masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah :
1. Bagaimana realisme sebagai sistematika filsafat?
2. Implikasi realisme terhadap pendidikan?

C. Ruang Lingkup Pembahasan
Ruang lingkup yang akan dikaji dalam makalah ini adalah realisme sebagai sistematika filsafat dan implikasi realisme terhadap pendidikan yang berkaitan dengan kebaikan, kebenaran dan kenyataan yang berkaitan dengan pendidikan.

D. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Mendeskripsikan realisme sebagai sistematika filsafat
2. Mendeskripsikan implikasi realisme terhadap pendidikan

E. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :
1. Realisme sebagai sistematika filsafat.
2. Implikasi realisme terhadap pendidikan



BAB II
PEMBAHASAN

A. REALISME SEBAGAI SISTEMATIKA FILSAFAT
Secara umum aliran filsafat realisme adalah salah satu aliran filsafat dan kedudukan filsafat realisme merupakan terapan dari filsafat umum, maka kedudukan filsafat realisme dalam sistematika filsafat merupakan cabang dari sistematika filsafat itu sendiri.
Aliran filsafat realisme berpendirian bahwa pengetahuan manusia itu adalah gambaran yang baik dan tepat dari kebenaran. Konsep filsafat menurut aliran realisme adalah: (1) Metafisika-realisme; Kenyataan yang sebenarnya hanyalah kenyataan fisik (materialisme); kenyataan material dan imaterial (dualisme), dan kenyataan yang terbentuk dari berbagai kenyataan (pluralisme); (2) Humanologi-realisme; Hakekat manusia terletak pada apa yang dapat dikerjakan. Jiwa merupakan sebuah organisme kompleks yang mempunyai kemampuan berpikir; (3) Epistemologi-realisme; Kenyataan hadir dengan sendirinya tidak tergantung pada pengetahuan dan gagasan manusia, dan kenyataan dapat diketahui oleh pikiran. Pengetahuan dapat diperoleh melalui penginderaan. Kebenaran pengetahuan dapat dibuktikan dengan memeriksa kesesuaiannya dengan fakta; (4) Aksiologi-realisme; Tingkah laku manusia diatur oleh hukum-hukum alam yang diperoleh melalui ilmu, dan pada taraf yang lebih rendah diatur oleh kebiasaan-kebiasaan atau adat-istiadat yang telah teruji dalam kehidupan. (Fajarkusumo : 2010)
Realisme membagi realistas menjadi dua bagian yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan yang kedua adanya realita di luar manusia yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia.
Para realis menganggap dunia sebagaimana adanya, dan tugas sekolah adalah mengajar tentang keadaan dunia. Kebaikan akan ditemukan dalam hukum alam dan aturan dunia fisik.
Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat umum maka filsafat pendidikan pun terdiri bebarapa aliran seperti filsafat pendidikan idealisme, realisme, esensialisme dan pragmatisme


B. IMPLIKASI REALISME TERHADAP PENDIDIKAN
Aliran Realisme adalah aliran filsafat yang memandang realitas sebagai dualitas. Aliran realisme memandang dunia ini mempunyai hakikat realitas yang terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani. Hal ini berbeda dengan filsafat aliran idealisme yang bersifat monistis yang memandang hakikat dunia pada dunia spiritual semata. Dan juga berbeda dari aliran materialisme yang memandang hakikat kenyataan adalah kenyatan yang bersifat fisik semata.
Aliran realisme mempunyai berbagai macam bentuk yaitu realisme rasional, realisme naturalis dan realisme kritis. Realisme rasional juga masih terbagi dua yaitu realisme klasik dan realisme religius. Realisme klasik pertama kali dikembangkan oleh Aristoteles.
Berikut ini kita bahas pendidikan menurut aliran realisme.
1. konsep pendidikan
Berikut ini kita akan membahasa konsep pendidikan mengenai pengertian pendidikan dan gambaran pendidikan menurut masing-masing bentuk aliran realisme.
1) Realisme Rasional
Realisme klasik berpandangan bahwa manusia sebenarnya memiliki ciri rasional. Dengan demikian manusia dapat menjangkau kebenaran umum. Eksistensi Tuhan merupakan penyebab pertama dan utama realistas alam semesta. Memperhatikan intelektual adalah penting bukan saja sebagai tujuan melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah. Menurut realisme klasik pengalaman manusia penting bagi pendidikan. Menurut Aristoteles, terdapat aturan moral universal yang diperoleh dengan akal dan mengikat manusia sebagai mahluk rasional. Manusia sempurna menurutnya adalah manusia sempurna yang mengambil jalan tengah. Konsep pendidikan pada anak bahwa anak harus diajarkan ukuran moral yang absolut dan universal karena baik dan benar adalah untuk seluruh umat manusia. Kebiasaan baik harus dipelajari karena kebaikan tidak datang dengan sendirinya
Sedangkan menurut realisme religius bahwa kenyataan itu dipandang berbentuk natural dan supernatural. Pandangan filsafat ini menitik beratkan pada hakikat kebenaran dan kebaikan. Pendidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan diri guna mencapai kebenaran abadi. Kebenaran bukan dibuat melainkan sudah ditentukan dan belajar harus mencerminkan kebenaran itu. Menurut Cornerius pendidikan harus universal, seragam dan merupakan suatu kewajiban dimulai dengan pendidikan yang lebih rendah.

2) Realisme Natural
Menurut realisme natural pengetahuan yang diakui adalah pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman empiris dengan jalan observasi atau pengamatan indera. Para pengikut realisme natural mengikuti teori pengatahuan empirisme yang mengatakan pengalaman merupakan faktor fundamental dalam pengetahuan dan merupakan sumber pengetahuan manusia.
Pendidikan berkaitan dengan dunia di sini dan sekarang. Dunia diatur oleh hukum alam. Pendidikan menurut aliran realisme natural haruslah ilimiah dan yang menjadi objeknya adalah kenyataan dalam alam.

3) Realisme kritis.
Menurut pandangan Breed filsafat pendidikan hendaknya harmoni dengan prinsip-prinsip demokrasi. Pendidikan sebagai pertumbuhan harus diartikan sebagai pengarah terhadap tuntunan sosial dan individual. Menurut Imanuel Kant , pengetahuan mulai dari pengalaman namun tidak semiuanua dari pengalaman. Pikiran tanpa isi adalah kosong dan tanggapan tanpa konsepsi adalah buta.



Menurut Henderson ke semua bentuk aliran realisme pendidikan menyetujui bahwa
a. Proses pendidikan berpusat pada tugas mengembangkan laki-laki dan wanita menjadi hebat
b. Tugas manusia di dunia adalah memajukan keadilan dan kesejahteraan umum
c. Tujuan akhir pendidikan adalah memecahkan masalah-masalah pendidikan.

2. Kedudukan guru dan siswa
1) Guru adalah pengelola KBM di dalam kelas (classroom is teachercentered),guru penentu materi pelajaran, guru harus menggunakan minat siswa yang berhubungan dengan mata pelajaran, dan membuatbmata pelajaran sebagai sesuatu yang kongkret untuk dialami siswa.
2) Siswa berperan untuk menguasai pengetahuan yang diandalkan,siswa harus taat pada aturan dan disiplin, sebab aturan yang baiksangat diperlukan untuk belajar, dan memperoleh disiplin melalui ganjaran dan prestasi.

3. Tujuan Pendidikan
1) Tujuan pendidikan realisme adalah untuk “ penyesuaian diri dalam hidup dan mampu melaksanakan tanggung jawab sosial.
2) Pendidikan bertujuan agar siswa dapat bertahan hidup di dunia yang bersifat alamiah, memperoleh keamanan dan hidup bahagia, dengan jalan memberikan pengetahuan esensial kepada siswa.
3) Pengetahuan tersebut akan memberikan keterampilan-keterampilan yang penting untuk memperoleh keamanan dan hidup bahagia

4. Kurikulum
1) Kurikulum pendidikan sebaiknya meliputi : (1) Sains dan Matematika, (2) Ilmu-ilmu kemanusiaan dan sosial, (3) Nilai-nilai. Kurikulum yang baik diorganisasi menurut mata pelajaran dan berpusat pada materi pelajaran (subject matter centered) yang diorganisasi menurut prinsip-prinsip psikologi belajar.
2) Kurikulum direncanakan dan diorganisasi oleh guru/orang dewasa (society centered)
3) Isi kurikulum harus berisi pengetahuan dan nilai-nilai esensial agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan alam, masyarakat, dan kebudayaannya .

5. Metode Pendidikan
1) Pembiasaan merupakan metode utama bagi filsuf penganut behaviorisme.
2) Metode mengajar yang disarankan bersifat otoriter. Guru mewajibkan siswa untuk dapat menghafal, menjelaskan, dan membandingkan faktafakta, menginterprestasi hubungan-hubungan, dan mengambil kesimpulan makna-makna baru.

6. Evaluasi
1) Guru harus menggunakan metode-metode objektif dg mengevaluasi dan memberikan jenis tes yang memungkinkan untuk dpt mengukur secara tepat pemahaman siswa tentang materi-materi esensial.
2) Untuk tujuan motivasi guru memberikan ganjaran thd siswa yang mencapai sukses.











BAB III
PENUTUP

a. Kesimpulan
1. Filsafat pendidikan adalah aplikasi dari filsafat umum dalam pendidikan
2. Aliran filsafat realisme adalah salah satu aliran filsafat dan kedudukan filsafat realisme merupakan terapan dari filsafat umum, maka kedudukan filsafat realisme dalam sistematika filsafat merupakan cabang dari sistematika filsafat itu sendiri.
3. Aliran filsafat realisme berpendirian bahwa pengetahuan manusia itu adalah gambaran yang baik dan tepat dari kebenaran.
4. Konsep filsafat menurut aliran realisme adalah:
(1) Metafisika-realisme
(2) Humanologi-realisme
(3) Epistemologi-realisme
(4) Aksiologi-realisme
5. Aliran realisme memandang dunia ini mempunyai hakikat realitas yang terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani. Hal ini berbeda dengan filsafat aliran idealisme yang bersifat monistis yang memandang hakikat dunia pada dunia spiritual semata. Dan juga berbeda dari aliran materialisme yang memandang hakikat kenyataan adalah kenyatan yang bersifat fisik semata.
6. Bentuk - bentuk aliran realisme dalam perspektif pendidikan, yakni :
1) Realisme Rasional
2) Realisme Natural
3) Realisme kritis.
b. Saran
c. Untuk guru/calon guru (mahasiswa khususnya mahasiswa TP) sebaiknya mendalami bidang ini dengan baik agar dapat menggunakannya dalam pengembangan tugas di lembaga masing-masing
d. Saran dan masukkan sangat kami harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.

DAF TAR PUSTAKA
Agussalim, A.M. Filsafat Ilmu Sebagai Metode Berpikir dan Ilmiah, Makassar : Universitas Negeri Makassar.
Bagus, L. (2006). Kamus Filsafat. Jakarta : Gramedia.

Bakhtiar,A. (2007). Filsafat Ilmu. Jakarta : PT Grafindo Persada.

Hidayanto, Dwi Nugroho. (2009). Pemikiran Kependidikan dari Filsafat ke Ruang Kelas. Jakarta : LekDis.

Kusuma, Fajar. (2010) Pendidikan Menurut Aliran Filsafat Idealisme dan Realisme : Implikasinya dalam Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Published on 05 February 2010.

Miarso, Y. (2007). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Cetakan 3, Edisi 1. Jakarta : Kencana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar